Wednesday, June 27, 2012

E-Commerce : Pasar Digital, Barang Digital

Tabel 10-1  Perkembangan Baru Dalam E-Commerce
Transformasi Bisnis
Gelombang pertama e-commerce telah mengubah dunia bisnis dari buku, musik, dan perjalanan udara. Dalam gelombang kedua, delapan industri baru menghadapi skenario perubahan yang sama : telepon, film, televisi, perhiasan, perumahan, hotel, pembayaran tagihan, dan peranti lunak.
Luasnya pertumbuhan yang ditawarkan oleh e-commerce, khususnya di industri perjalanan, pusat kliring informasi, hiburan, pakaian, serta perlengkapan dan peralatan rumah.
Demografi orang-orang yang belanja secara online semakin meluas, hingga menyamai demografis untuk pembeli umum.
Model bisnis e-commerce yang murni akan diubah lebih jauh lagi untuk menghasilkan keuntungan yang lebih tinggi, sementara itu merek-merek eceran tradisional, seperti Sears,J.C.Penney, dan Wal-Mart, akan menggunakan e-commerce untuk mempertahankan posisi dominan mereka di dunia eceran.
Perusahaan kecil dan wirausaha ikut meramaikan pasar e-commerce, yang sering kali menggunakan infrastruktur yang dihasilkan oleh perusahaan besar, seperti Amazon, eBay, dan Overture.
Fondasi Teknologi
Kocepat.neksi internet nirkabel (Wi-Fi, WiMax, dan telepon 3G) telah bertumbuh cepat
Podcasting muncul sebagai medium baru untuk distribusi radio dan muatan yang diciptakan oleh pengguna.
Fondasi broadband Internet menjadi lebih banyak digunakan di rumah tangga dan perusahaan, yang membuat biaya transmisi menurun. Lebih dari 42 juta rumah tangga memiliki kabel broadband atau akses DSL ke Internet pada tahun 2005- sekitar 38 persen dari semua rumah tangga (eMarketer,2006)
RSS (Rich Site Summary) atau Really Simple Syndication) telah bertumbuh menjadi bentuk distribusi informasi baru yang dikendalikan oleh pengguna, yang menyaingi e-mail dalam beberapa aplikasi.
Harga komponen komputasi dan jaringan terus menurun secara drastis.
Model-model komputasi baru yang berbasis Internet, seperti .NET dan layanan Web memperluas peluang B2B.
Munculnya Model Bisnis Baru
Muatan yang diciptakan oleh pengguna dan sindikasinya dalam bentuk blog dan jaringan sosial telah bertumbuh untuk membentuk forum buatan sendiri yang benar-benar baru. Para pengiklan mulai memanfaatkan peluang dari blog dan situs sosial sebagai media komersial baru.
Koran dan media tradisional lainnya mulai menggunakan bentuk interaktif dan online.
Lebih dari separuh populasi Internet bergabung dalam suatu kelompok sosial di Internet.

Tabel 10-2 TUJUH  KELEBIHAN  UNUK  DARI  TEKNOLOGI  E-COMMERCE
No.
Dimensi Teknologi E-Commerce
Manfaat Bagi Perusahaan
1.
Ada dimana-mana.Internet/teknologi Web tersedia dimana-mana: di kantor, di rumah, dan di tempat lainnya melalui peralatan yang mudah dibawa, kapanpun juga
Pengertian pasar diperluas melebihi batas tradisional dan bergeser dari sekadar lokasi geografis yang bersifat sementara. "Ruang pasar" diciptakan; belanja dapat dilakukan dimana pun. Kenyamanan pelanggan meningkat, dan biaya berbelanja menurun.
2.
Menjangkau seluruh dunia. Teknologi ini jangkauannya melebihi batas negara, di seluruh dunia.
Perdagangan sangat dimungkinkan terjadi melintasi batas budaya dan negara dengan lancar dan tak termodifikasi. Pasar potensialnya mencakup miliaran pelanggan dan jutaan perusahaan di seluruh dunia.
3
Standar Universal. Ada sekumpulan standar teknologi, yang disebut standar internet
Dengan sekumpulan standar teknik yang digunakan oleh seluruh dunia, sistem-sistem komputer yang berbeda dapat berkomunikasi dengan mudah satu sama lain.
4
Kaya manfaat. Teknologi ini memungkinkan pesan video, audio, dan teks.
Pesan pemasaran dalam bentuk video, audio, dan teks terintegrasi ke dalam sebuah pesan pemasaran tunggal dan pengalaman bagi pelanggan.
5
Interaktif. Teknologi ini bekerja melalui interaksi dengan penggunanya.
Pelanggan terlibat dalam dialog yang secara dinamis menyesuaikan pengalamannya pada dirinya, dan membuat dirinya turut terlibat dalam proses penyampaian barang ke pasar.
6
Kepadatan Informasi. Teknologi ini mengurangi biaya dari informasi dan meningkatkan kualitas.
Biaya pemrosesan, penyimpanan dan penyampaian informasi menurun drastis, juga sementara kekinian, akurasi, dan ketepatan waktunya meningkat pesat. Informasi menjadi lebih banyak, lebih murah, lebih akurat.
7
Personalisasi/penyesuaian. Teknologi ini memungkinkan pesan yang bersifat pribadi dikirimkan ke perorangan, juga ke kelompok
Personalisasi pesan pemasaran dan penyesuaian produk dan layanan disesuaikan dengan karakteristik perorangan.


Konsep Utama Dalam E-Commerce: Pasar Digital dan Barang Digital
Pasar digital sangat fleksibel dan efisien karena beroperasi dengan biaya pencarian dan transaksi yang sangat kecil, biaya menu yang lebih rendah, diskriminasi harga, dan kemampuan untuk mengubah harga dengan dinamis yang disesuaikan dengan kondisi pasar.
Pasar digital dapat mengurangi atau menambah biaya penggantian, bergantung pada sifat produk atau layanan yang dijual, dan dapat menyebabkan penundaan kepuasan
Barang digital (digital goods) adalah barang yang dapat dikirimkan melalui jaringan digital. Musik, video, peranti lunak, koran, majalah, dan buku semuanya dapat dinyatakan, disimpan, dikirim, dan dikual sebagai barang yang benar-benar digital.
.
Tabel 10-3  Pasar Digital VS Pasar Tradisional


Pasar Digital
Pasar Tradisional
Ketimpangan Informasi
Ketimpangan berkurang
Ketimpangan tinggi
Biaya Pencarian
Rendah
Tinggi
Biaya Transaksi
Rendah (terkadang bahkan tidak ada)
Tinggi (waktu, perjalanan)
Penundaan Kepuasan
Tinggi (atau rendah untuk kasus barang digital)
Rendah: Pembelian dilakukan saat ini juga
Biaya Menu
Rendah
Tinggi
Penentuan Harga Dinamis
Biaya rendah, cepat
Biaya tinggi, tertunda
Diskriminasi Harga
Biaya rendah, cepat
Harga tinggi, tertunda
Segmentasi Pasar
Biaya rendah, ketepatan menengah
Harga tinggi, kurang tepat
Biaya Penggantian
Tinggi/rendah (tergantung barangnya)
Tinggi
Pengaruh Jaringan
Kuat
Lemah
Disintermediasi
Sangat mungkin terjadi
Kurang mungkin terjadi

Model Bisnis Internet


Kategori
Penjelasan
Contoh
Toko Virtual
Menjual produk fisik langsung kepada pengguna perorangan atau perusahaan.
Amazon.com RedEnvelope.com
Perantara Informasi
Menyediakan informasi barang, harga, dan ketersediaan kepada pembeli perorangan dan perusahaan. Memperoleh pendapatan dan iklan atau dari mempertemukan pembeli dengan penjual.
Edmunds.com Insweb.com Realtor.com
Perantara Transaksi
Menghemat biaya dan waktu pengguna dengan memproses transaksi penjualan secara online dan mengenakan biaya untuk setiap transaksi yang terjadi. Juga menyediakan informasi tarif dan ketentuan yang berlaku.
E*Trade.com Expedia.com
Pasar online
Menyediakan lingkungan digital dimana pembeli dan penjual dapat bertemu, mencari barang, menunjukkan barang, dan menetapkan harga barang. Dapat menyediakan fungsi lelang atau lelang balik secara online dimana pembeli memberikan penawarannya kepada banyak penjual untuk membeli pada harga yang diinginkan pembeli atau pada harga yang telah disepakati, atau dengan harga tetap. Dapat melayani konsumen atau e-commerce B2B, memperoleh pendapatan dari biaya transaksi.
eBay.com Priceline.com ChemConnect.com
Penyedia Muatan
Memperoleh pendapatan dengan menyediakan muatan digital, seperti berita, musik, foto, atau video digital, melalui Web. Pelanggan mungkin harus membayar untuk dapat mengaksesnya, atau pendapatan dapat dihasilkan dengan menjual ruang untuk iklan.
WSJ.com iTunes.com Games.com
Penyedia Layanan online
Memberikan layanan online untuk perorangan atau perusahaan, memperoleh pendapatan dari pendaftaran atau biaya transaksi, dari iklan, atau dari pengumpulan informasi pasar tentang para penggunanya.
Streamload.com Xdrive.com Ofoto.com
Komunitas Virtual
Menyediakan tempat pertemuan online dimana orang-orang dengan minat sama dapat berkomunikasi dan mendapatkan informasi yang bermanfaat.
Youtube.com MySpace.com
Portal
Menyediakan titik awal untuk memasuki Web bersama dengan muatan-muatan khusus dan layanan lainnya.
Yahoo.com MSN.com



Jenis-jenis E-Commerce
a.       E-commerce bisnis ke konsumen (B2C)
melibatkan penjualan produk dan layanan secara eceran kepada pembeli perorangan. Contoh: Barnesandnoble.com, yang menjual buku, peranti lunak, dan musik kepada konsumen perorangan.

b.      E-commerce bisnis ke bisnis (B2B)
melibatkan penjualan produk dan layanan antarperusahaan.
Contoh : situs Web ChemConnect.

c.       E-commerce konsumen ke konsumen (C2C)
melibatkan konsumen yang menjual secara langsung ke konsumen.
Contoh : eBay.com
Mencapai Kedekatan Dengan Pelanggan
Pemasaran Interaktif dan Personalisasi
Internet dan e-commerce telah membantu beberapa penjual mendapatkan apa yang diidam-idamkan dalam dunia pemasaran;

Sistem Pembayaran
Penjelasan
Contoh
Sistem pembayaran kartu kredit digital (digital credit card payment system)
Laporan yang aman untuk pembayaran kartu kredit melalui internet yang melindungi informasi yang ditransmisikan antara pengguna, situs penjual, dan bank yang melakukan pemrosesan
eCharge
Dompet digital (digital wallet)
Peranti lunak yang menyimpan informasi kartu kredit dan informasi lainnya untuk mendukung fungsi pengisian formulir dan pembayaran barang melalui Web
Q*Wallet, Google Toolbar Autofill
Sistem pembayaran digital dengan saldo terakumulasi (Accumulated balance digital payment system)
Mengakumulasikan pembayaran mikro pembelian sebagai saldo debit yang harus dibayar secara berkala melalui kartu kredit atau tagihan telepon.
Qpass, Valista, Peppercoin
Sistem pembayaran nilai tersimpan (stored payment system)
Memungkinkan konsumen melakukan pembayaran langsung kepada penjual didasarkan pada nilai yang tersimpan dalam rekening digital
eCount, Mondex card
Uang tunai digital (digital cash)
Mata uang digital yang dapat digunakan untuk pembayaran mikro atau pembelian dalam jumlah besar
ClearBit
Sistem pembayaran rekan ke rekan (peer-to-peer payment system)
Mengirimkan uang menggunakan Web ke seseorang atau penjual yang tidak memiliki sarana untuk menerima pembayaran kartu kredit
PayPal
Cek digital
Cek elektronik dengan tanda tangan digital untuk pengamanan
eCheck
Sistem pembayaran dan penyampaian tagihan elektronik (electronic billing presentment and payment systems)
Mendukung pembayaran elektronik untuk pembelian barang secara online maupun secara fisik untuk produk dan layanan setelah pembeliannya dilakukan.
Bill Pay, CheckFree, Yahoo!

M-Co
M-Commerce
M-Commerce menngunakan Internet dalam pembelian produk dan layanan selain juga menyampaikan pesan menggunakan perangkat mobile nirkabel.

Aplikasi dan Layanan M-Commerce
1.      Layanan Berbasis Muatan dan Lokasi
   Contoh : mencari hotel dan restoran setempat, mengamati lalu lintas dan cuaca lokal, dan menyediakan personalisasi pemasaran berdasarkan lokasi.

2. Layanan Perbankan dan Keuangan
Contoh : Citibank menawarkan pemberitahuan nirkabel jika terjadi perubahan dalam informasi rekening melalui telepon seluler digital yang mendukung pesan teks atau akses Web.

3. Periklanan Nirkabel
Contoh : iklan sponsor Yahoo! Yang muncul pada daftar hasil pencarian menggunakan go2 Mobile Directory saat mencari data restoran atau bioskop.

4. Permainan dan Hiburan
Contoh : Layanan telepon gennggam saat ini menawarkan berbagai permainan digital dan nada dering yang dapat diunduh



Mencapai Kinerja Operasional yang Prima dan Kedekatan dengan Pelanggan: Aplikasi Perusahaan

 
A.     Sistem Perusahaan
Sistem perusahaan dikenal sebagai sistem perencanaan sumber daya perusahaan (enterprise resource planningERP), yang didasarkan pada modul peranti lunak yang terintegrasi dan basis data pusat yang sama. Basis data mengumpulkan data dari berbagai divisi dan departemen dalam sebuah perusahaan, dan dari sejumlah besar proses bisnis yang penting dalam manufaktur dan produksi, keuangan dan akuntansi, penjualan dan pemasaran, dan sumber daya manusia, membuat data tersedia untuk aplikasi yang mendukung hampir seluruh aktivitas bisnis organisasi secara internal.
1.      Peranti Lunak Perusahaan (enterprise software)
Peranti lunak perusahaan dibuat berdasarkan ribuan proses bisnis yang telah jelas yang merefleksikan praktik-praktik terbaik. Praktik-praktik (best practices) adalah solusi dan metode penyelesaian masalah yang paling berhasil dalam sebuah industri untuk mencapai tujuan bisnis secara konsisten dan efektif.
PROSES  BISNIS  YANG  DIDUKUNG  SISTEM  PERUSAHAAN
Proses keuangan dan akuntansi, termasuk buku besar, utang usaha, piutang usaha, aset tetap, peramalan dan pengaturan kas, akuntansi biaya produk, akuntansi pusat biaya, akuntansi aset, akuntansi pajak, pengaturan kredit, dan pelaporan keuangan.
Proses sumber daya manusia, termasuk administrasi personalia, akuntansi biaya, penggajian, perencanaan dan pengembangan personalia, akuntansi tunjangan, pelacakan pelamar, manajemen waktu, kompensasi, perencanaan angkatan kerja, manajemen kinerja, dan pelaporan biaya perjalanan.
Proses manufaktur dan produksi, termasuk pengadaan, manajemen persediaan, pembelian, pengiriman, perencanaan produksi, penjadwalan produksi, perencanaan kebutuhan bahan baku, pengendalian kualitas, distribusi, pelaksanaan transportasi, serta pemeliharaan tempat dan peralatan.
Proses penjualan dan pemasaran, termasuk pemrosesan pesanan, kontrak konfigurasi produk, pemberian harga, penagihan, pemeriksaan kredit, manajemen insentif dan komisi, dan perencanaan penjualan.

B.     Sistem Manajemen Rantai Pasokan
1.      Rantai Pasokan (Supply Chain)
Rantai pasokan perusahaan adalah jaringan organisasi dan proses bisnis untuk mendapatkan bahan mentah, mengubah bahan mentah ini menjadi barang setengah jadi atau barang jadi, dan mendistribusikan barang jadi kepada pelanggan. Rantai pasokan menghubungkan pemasok, pabrik, pusat distribusi, toko eceran, dan pelanggan untuk menyediakan barang dan jasa dari sumber melalui konsumsi.

2.      Informasi dan Manajemen Rantai Pasokan
Salah satu masalah yang sering muncul pada manajemen rantai pasokan adalah efek bullwhip (bullwhip effect), di mana informasi mengenai permintaan suatu produk menjadi berubah ketika melelwati satu entitas ke entitas selanjutnya di sepanjang rantai pasokan. Kenaikan yang sedikit pada permintaan sebuah barang mungkin menyebabkan unit-unit yang berbeda pada rantai pasokandistributor, pabrik, pemasok, pemasok sekunder (pemasok dari pemasok), dan pemasok tersier (pemasok dari pemasoknya pemasok)—untuk menimbun persediaan sehingga masing-masing mempunyai persediaan yang cukup untuk “berjaga-jaga”.
Efek bullwhip ini dapat dikurangi dengan cara mengurangi ketidakpastian tentang permintaan dan penawaran ketika seluruh anggota rantai pasokan mempunyai informasi yang akurat dan terbaru. Jika seluruh anggota rantai pasokan berbagi informasi dinamis mengenai jumlah persediaan, jadwal, peramalan, dan pengiriman, mereka akan mempunyai pengetahuan yang lebih tepat tentang bagaimana menyesuaikan perencanaan sumber daya, produksi, dan distribusinya. Sistem manajemen rantai pasokan menyediakan informasi yang membantu para anggota rantai pasokan membuat keputusan tentang pembelian dan penjadwalan yang lebih buruk.

3.      Aplikasi Manajemen Rantai Pasokan
Peranti lunak rantai pasokan diklasifikasikan menjadi :
a.       Sistem perencanaan rantai pasokan (Supply chain planning system), membuat perusahaan dapat membuat peramalan permintaan bagi suatu produk dan untuk mengembangkan perencanaan sumber daya dan proses produksi untuk produk tersebut. Sistem ini membantu perusahaan mengambil keputusan operasional yang lebih baik, seperti menentukan berapa banyak suatu produk harus dibuat dalam suatu periode waktu; menentukan tingkat persediaan untuk bahan mentah, barang setengah jadi, dan barang jadi; menentukan dimana harus menyimpan barang jadi; dan mengidentifikasi jenis transportasi yang digunakan untuk pengiriman.
b.      Sistem pelaksanaan rantai pasokan (supply chain execution system), mengelola aliran produk melalui pusat-pusat distribusi dan gudang untuk memastikan bahwa produk tersebut dikirimkan ke lokasi yang tepat dengan cara yang paling efisien. Sistem tersebut melacak status fisik barang, pengelolaan bahan mentah, operasi gudang dan transportasi, serta informasi keuangan yang melibatkan seluruh pihak.

4.      Manajemen Rantai Pasokan Dan Internet
Sebelum adanya internat, koordinasi rantai pasikan terhambat oleh kesulitan dalam membuat informasi bergerak secara perlahan di berbagai sistem rantai pasokan internal yang berbeda-beda untuk pembelian, manajemen bahan mentah, produksi, dan distribusi. Kesulitan lainnya adalah dalam berbagai informasi dengan rantai pasokan eksternal karena sistem pemasok, distributor, atau penyedia logistik, didasarkan pada standar dan platform teknologi yang tidak kompatibel.
Perusahaan-perusahaan menggunakan intranet untuk meningkatkan koordinasi antara proses-proses rantai pasokan internal mereka, dan ekstranet untuk mengkoordinasikan proses-proses rantai pasokan yang digunakan bersama dengan mitra bisnis mereka.
Dengan menggunakan intranet dan ekstranet, seluruh anggota rantai pasokan dengan mudah dapat berkomunikasi satu sama lain menggunakan informasi yang terbaru untuk menyesuaikan pembelian, logistik, produksi, pengepakan, dan penjadwalan.
Internet dan teknologi internet memungkinkan perpindahan dari rantai pasokan berurutan, di mana informasi dan material mengalir secara berurutan dari perusahaan ke perusahaan, ke beberapa rantai pasokan yang berlangsung bersamaan.

5.      Rantai Pasokan Yang Dipengaruhi Permintaan : Dari Produksi Dorong Hingga Traik dan Respons Pelanggan Yang Efisien
a.       Model Dorong (Model build-to-stock / push-based model)
Dalam model dorong, jadwal produksi utama didasarkan pada peramalan atau tebakan terbaik mengenai permintaan produk, dan produk-produk dengan  demikian menjadi ”didorong” kepada pelanggan.
b.      Model Tarik (pull-based model), yang juga dikenal sebagai model yang digerakkan oleh permintaan atau build-to-order, pesanan dari pelanggan akan menyebabkan kejadian-kejadian dalam rantai pasokan.

C.     Sistem Manajemen Hubungan Pelanggan (Customer Relationship Management-CRM)
Sistem Manajemen Hubungan Pelanggan mengambil dan mengintegrasikan data pelanggan dari seluruh organisasi, mengkonsolidasikan, menganalisis, lalu mendistribusikan hasilnya kepada berbagai system dan titik sentuh pelanggan di seluruh perusahaan. Titik sentuh (touch point), yang juga dikenal sebagai titik kontak, adalah metode interaksi dengan pelanggan, seperti telepon, e-mail, layanan pelanggan, surat, situs Web, perangkat nirkabel, atau toko eceran.
1.      Peranti Lunak Manajemen Hubungan Pelanggan
a.      Manajemen Hubungan Mitra (Partner Ralationship ManagementPRM)
PRM menggunakan sebagian besar dari data, perangkat, dan system yang sama seperti manajemen hubungan pelanggan untuk meningkatkan kolaborasi antara perusahaan dengan para mitra penjualnya. PRM menyediakan kemampuan untuk bertukar informasi dan mendistribusikan data tentang pelanggan kepada perusahaan dan mitranya, mengintegrasikan fungsi penciptaan calon pelanggan, penentuan harga, promosi, konfigurasi pesanan, dan ketersediaan. PRM juga menyediakan perangkat untuk menilai kinerja mitra perusahaan untuk memastikan bahwa mitra terbaiklah yang mendapatkan dukungan yang dibutuhkan untuk menghasilkan kegiatan bisnis lebih banyak.
b.      Manajemen Hubungan Pelanggan (Employee Relationship ManajementERM)
ERM berkaitan dengan masalah karyawan yang berhubungan erat dengan kinerja, dan pelatihan karyawan.

Sunday, June 24, 2012

MENGEMBANGKAN SISTEM



A.     Pengembangan Sistem dan Perubahan Dalam Perusahaan
Empat macam perubahan struktural organisasi yang disebabkan oleh teknologi informasi:
  1. Otomatisasi (automation)
    Penerapan pertama dari teknologi informasi antara lain adalah membantu para karyawan melakukan tugas-tugas mereka secara lebih efisien dan efektif.
  1. Rasionalisasi prosedur (rationalization of procedures)
    Rasionalisasi prosedur adalah pemangkasan prosedur-prosedur operasional standar.
  1. Rekayasa ulang proses bisnis (business process reengineering)
    Rekayasa ulang bisnis menata ulang aliran-aliran kerja, menggabungkan langkah-langkah untuk mengurangi limbah dan mengeliminasi tugas-tugas yang banyak menggunakan kertas dan sifatnya repetitive (kadang-kadang rancangan yang baru juga menghilangkan beberapa pekerjaan).
Langkah-langkah rekayasa ulang yang efektif :
·        Menentukan proses bisnis yang tepat.
·        Mengidentifikasi masukan dan keluaran proses bisnis.
·        Mengidentifikasi aliran dari produk dan/atau layanan.
·        Mengidentifikasi jaringan aktivitas dan penyangga dalam proses.
·        Mengidentifikasi semua sumber daya.
·        Mengidentifikasi struktur dan aliran informasi.
·        Mengidentifikasi para pemilik proses
·        Mengidentifikasi para pelaku proses dan para pembuat keputusan.

Proses bisnis biasanya diukur dalam dimensi-dimensi berikut :
a.       Biaya proses : total biaya proses bisnis untuk transaksi yang ”pada umumnya”.
b.      Waktu proses : total waktu aktivitas dan keputusan semua pelaku.
c.       Kualitas proses : jumlah waktu dan biaya yang dihabiskan untuk mengerjakan kembali bagian dan layanan yang cacat.
d.      Fleksibilitas proses : kemampuan proses untuk memproduksi keluaran yang bervariasi, atau berubah di tengah tekanan lingkungan.

B.     Perbaikan Proses
1.      Manajemen Proses Bisnis (business process managementBPM)
Adalah upaya untuk membantu perusahaan mengelola perubahan proses yang dibutuhkan di banyak bidang dalam bisnis tersebut. Tujuan dari BPM adalah membuat perusahaan mampu menciptakan perbaikan secara kontinu dalam banyak proses bisnisnya, dan menggunakan proses-proses sebagai bahan dasar dalam membangun sistem informasi perusahaan. BPM meliputi manajemen aliran kerja, notasi pemodelan proses bisnis, pengukuran dan manajemen kualitas, manajemen perubahan, dan perangkat untuk menata ulang proses-proses bisnis perusahaan ke dalam bentuk yang terstandardisasi, yang dapat dimanipulasi secara kontinu. BPM juga meliputi pemantauan dan analisis proses.

2.      Majemen Kualitas Total dan Six Sigma
Selain juga meningkatkan efisiensi, perusahaan harus melakukan penyesuaian pada proses bisnisnya untuk meningkatkan kualitas produk, layanan, dan opersionalnya. Banyak yang menggunakan konsep manajemen kualitas total (total quality managementTQM) untuk menjadikan kualitas sebagai tanggung jawab semua orang dan fungsi di dalam suatu organisasi. TQM menyebutkan bahwa pencapaian dari pengendalian kualitas adalah suatu ujung dari dirinya sendiri. TQM berasal dari konsep manajemen kualitas yang dikembangkan oleh pakar kualitas AS seperti W. Edwards Deming dan Joseph Juran, tetapi dipopulerkan oleh orang-orang Jepang.
Six sigma adalah ukuran kualitas yang spesifik, merepresentasikan 3,4 cacat per sejuta kesempatan. Kebanyakan perusahaan tidak dapat mencapai tingkat kualitas ini tetapi menggunakan six sigma sebagai tujuan untuk mengimplementasikan sejumlah metodologi dan teknik untuk meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya. Six sigma menggunakan perangkat analisis statistik untuk mendeteksi cacat dalam melaksanakan proses yang ada dan membuat penyesuaian kecil.

C.     Proses Pengembangan Sistem
Aktivitas yang mengarah pada pembuatan solusi sistem informasi perusahaan untuk mengatasi masalah perusahaan atau memanfaatkan kesempatan disebut pengembangan sistem (system development).
1.      Analisis Sistem (system analysis)
adalah analisis masalah yang dicoba diselesaikan perusahaan dengan sistem informasi. Tahap ini terdiri atas pendefinisian masalah, identifikasi penyebab, pencarian solusi, dan identifikasi kebutuhan informasi yang harus dipenuhi oleh suatu solusi sistem.

2.      Perancangan Sistem (system design)
Memperlihatkan bagaimana sistem tersebut akan memenuhi kebutuhan informasi. Perancang sistem menjelaskan spesifikasi sistem yang akan melakukan fungsi-fungsi yang diidentifikasi pada saat analisis sistem. Spesifikasi ini harus menangani semua komponen manajerial, organisasional, dan teknologi dari solusi sistemnya.

3.      Pemrograman
Selama tahap pemrograman (programming), spesifikasi sistem yang disiapkan selama perancangan diterjemahkan ke dalam kode program.

4.      Pengujian
Pengujian (testing) yang mendalam dan saksama harus dilakukan untuk mengetahui apakah sistem memberikan hasil-hasil yang benar. Pengujian sistem informasi dapat dibagi menjadi 3 jenis aktivitas, yaitu :
·        Pengujian unit (unit testing) atau pengujian program, menguji setiap program secara terpisah dalam sistem. Tujuannya adalah menjamin bahwa program bebas dari kesalahan, tetapi tujuan ini sebenarnya mustahil.
·        Pengujian sistem (system testing) menguji fungsi sistem informasi secara keseluruhan. Pengujian sistem mencoba menentukan apakah modul-modul yang terpisah dapat berfungsi bersama-sama seperti yang direncanakan dan apakah ada ketidakcocokan antara cara kerja sistem yang sesungguhnya dan cara kerjanya ketika sistem tersebut disusun.
·        Uji penerimaan (acceptance testing) memberikan sertifikasi akhir bahwa sistem siap digunakan dalam situasi produksi.

5.      Konversi (conversion)
Konversi adalah proses perubahan dari sistem lama ke sistem baru. Empat strategi konversi yang utama yaitu :
·        Strategi paralel (parallel strategy)
·        Strategi pindah langsung (direct cutover)
·        Strategi studi percontohan (pilot study)
·        Strategi pendekatan bertahap (phased approach)

6.      Produksi dan Pemeliharaan

MENGELOLA SISTEM GLOBAL


   
A.     Mengembangkan Arsitektur Sistem Informasi Internasional
Arsitektur Sistem Informasi Internasional (International Information System Architecture) terdiri atas sistem informasi dasar yang dibutuhkan oleh organisasi dalam mengoordinasikan perdagangan dunia dan berbagai aktivitas lainnya.
Dimensi-dimensi utama dari pengembangan arsitektur sistem informasi internasional adalah :
  1. Lingkungan Global : Penggerak bisnis dan tantangan
Penggerak bisnis (business driver) adalah kekuatan dalam lingkungan yang harus direspons perusahaan dan yang mempengaruhi arah gerak perusahaan. Penggerak bisnis global dapat dibagi ke dalam 2 kelompok, yaitu :
a.       Faktor budaya umum
-   Teknologi transportasi dan komunikasi global
-   Perkembangan dari budaya global
-   Munculnya norma sosial global
-   Stabilitas politik
-   Dasar ilmu pengetahuan global
b.      Faktor bisnis khusus
-   Pasar global
-   Produksi dan operasi global
-   Koordinasi global
-   Tenaga kerja global
-   Skala ekonomi global

Tantangan dan rintangan bagi sistem bisnis global : :
a.       Tantangan Umum
-   Partikularisme budaya: Regionalisme, nasionalisme, perbedaan budaya
-   Ekspektasi sosial: Ekspektasi merek, jam kerja.
-   Undang-undang politik: Peraturan mengenai data lintas batas dan privasi, peraturan komersial.
b.      Tantangan Khusus
-   Standar: Pertukaran data elektronik (EDI), e-mail, standar telekomunikasi yang berbeda.
-   Reliabilitas: Jaringan telepon tidak semuanya dapat diandalkan.
-   Kecepatan: Kecepatan transfer data, banyak yang lebih lambat dari Amerika Serikat.
-   Personel: Langkanya konsultan yang memiliki keahlian.

c.       Strategi Global Perusahaan
4 strategi global utama menjadi basis struktur organisasional perusahaan global, yaitu :
·  Strategi eksportir domestik (domestic exportir)
Strategi ini dicirikan dengan terpusatnya aktivitas perusahaan di negara asal perusahaan tersebut. Produksi, keuangan/akuntansi, penjualan/pemasaran, sumber daya manusia, dan manajemen strategis diatur untuk mengoptimalkan sumber daya di negara asal. Penjualan internasional terkadang dilangsungkan menggunakan perjanjian agensi atau anak perusahaan, tetapi pemasaran luar negeri ini lebih bergantung pada dasar dan strategi pemasaran di negara asal.

·  Strategi multinasional (multinational)
Strategi ini memusatkan manajemen keuangan dan pengendalian di luar negara asal sementara melakukan desentralisxasi dalam operasi produksi, penjualan, dan pemasaran kepada unit-unit di negara-negara lain. Produk dan layanan penjualan di berbagai negara disesuaikan dengan kondisi pasar setempat.

·  Pewaralaba (franchiser)
Pewaralaba merupakan penggabungan yang menarik dari hal yang baru dan yang lama. Di satu sisi, produk diciptakan, dirancang, dibiayai, dan diproduksi pertama kalinya di negara asal, tetapi untuk alasan-alasan khusus terhadap produk tertentu harus disesuaikan dengan personel luar negeri untuk memperluas proses produksi, pemasaran dan sumber daya manusianya.

·  Strategi Lintas Negara (transnational)
Dalam strategi ini, hamper semua aktivitas yang dapat memberikan nilai tambah diatur dari perspektif global tanpa memandang batas-batas nasional, mengoptimalkan sumber dari pasokan dan permintaan di manapun keduanya muncul, dan memanfaatkan kesempatan dari keunggulan kompetitif local.

d.      Struktur Organisasi
e.       Proses Bisnis dan Manajemen
f.        Platform Teknologi

Menata Ulang Perusahaan
Untuk mengembangkan sebuah perusahaan global dan struktur pendukung sistem informasi, perusahaan perlu mengikuti prinsip-prisnsip berikut :
1.      Menata ulang aktivitas yang dapat memberikan nilai tambah sesuai dengan keunggulan komparatifnya.
2.      Mengembangkan dan mengoperasikan unit-unit sistem pada setiap tingkat aktivitas perusahaanregional, nasional, dan internasional.
3.      Mendirikan kantor tunggal di kantor pusat dunia yang bertanggung jawab atas pengembangan sistem internasional, posisi direktur informasi (chief information officerCIO).

Tantangan Bagi Manajemen Dalam Mengembangkan Sistem Global
1.      Menyepakati kebutuhan pengguna bersama
2.      Membawa perubahak ke dalam proses bisnis
3.      Mengkoordinasikan pengembangan aplikasi
4.      Mengkoordinasikan peluncuran peranti lunak
5.      Mendorong pengguna local untuk mendukung sistem global.

Mengelola Pengembangan Peranti Lunak Global
Berikut merupakan komponen biaya utama dari pengembangan peranti lunak di luar negeri :
  1. Biaya kontrak. Sebagian besar biaya ini untuk tenaga kerja yang dibutuhkan dalam proyekprogramer, insinyur peranti lunak, analis sistem, spesialis jaringan, manajer tim proyek.
  2. Biaya Pemilihan vendor.
  3. Biaya manajemen transisi dan transfer pengetahuan.
  4. Biaya tenaga kerja domestik.
  5. Biaya untuk memperbaiki proses pengembangan peranti lunak.

Wednesday, June 13, 2012

Pengendalian, Inovasi, dan Kewirausahaan


Change, Innovation, and Entrepreneurship


v     Pengendalian
Pengendalian strategis (strategic control) merupakan usaha manajemen untuk melacak suatu strategi saat dilaksanakan, mendeteksi masalah-masalah atau perubahan-perubahan dalam asumsi dasarnya, dan membuat penyesuaian-penyesuaian yang diperlukan. Ada 4 (empat) jenis pengendalian strategis, yaitu :
a.       Pengendalian Premis (premise control), dirancang untuk memeriksa secara sistematis dan terus-menerus apakah prinsip yang mendasari strategi masih berlaku atau tidak.
b.      Pengamatan Strategis (stategic surveillance), dirancang untuk memantau secara luas berbagai peristiwa di dalam dan luar perusahaan yang mungkin sekali mempengaruhi jalan strateginya.
c.       Pengendalian berupa peringatan khusus (special alert control), adalah pemikiran kembali yang teliti, dan kebanyakan cepat dari strategi perusahaan karena sebuah peristiwa yang mendadak dan tidak diharapkan.
d.      Pengendalian atas implementasi (implementation control), dirancang untuk menilai apakah keseluruhan strategi harus diubah dengan mempertimbangkan hasil-hasil yang berkaitan dengan tindakan-tindakan tambahan dalam keseluruhan strategi. Dua jenis dasar pengendalian atas implementasi adalah :
·  Pemantauan daya dorong strategis (strategic thrusts)
·  Pemeriksaan peristiwa penting (milestone reviews)

v     Metode Balanced Scorecard
Kartu skor berimbang (balanced scorecard) merupakan suatu system manajemen (dan bukan sekadar sistem pengukuran) yang memungkinkan perusahaan memperjelas strategi mereka, menerjemahkan strategi menjadi tindakan, dan menghasilkan umpan balik yang bermanfaat, seperti apakah strategi tersebut menciptakan nilai, berpengaruh terhadap kompetensi inti, memuaskan pelanggan perusahaan, dan menghasilkan penghargaan keuangan untuk para pemegang saham.
Balanced scorecard mengusulkan agar kita melihat organisasi, mengembangkan standar pengukuran, serta mengumpulkan data dan menganalisisnya berdasarkan perspektif berikut :
a.       Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan : Seberapa bagus kita secara terus-menerus meningkatkan dan menciptakn nilai? Scorecard tersebut menekankan pada pengukuran yang berhubungan dengan inovasi dan pembelajaran organisasi untuk menghitung kinerja dalam dimensi inikepemimpinan teknologi, waktu siklus pengembangan produk, peningkatan proses operasi, dan seterusnya.
b.      Perspektif proses bisnis : Apakah kompetensi utama kita dan bidang-bidang dari kehebatan operasi? Proses bisnis internal dan pelaksanaannya yang efektif sebagaimana diukur dengan produktivitas, waktu siklus, pengukuran kualitas, periode dan tidak produktif, berbagai pengukuran biaya, dan lainnya, merupakan input scorecard untuk perspektif ini.
c.       Perspektif pelanggan: Seberapa puaskah para pelanggan? Perspektif kepuasan pelanggan secara khusus menambah pengukuran yang berhubungan dengan tingkat kerusakan, pengiriman tepat waktu, dukungan garansi, pengembangan produk, dan lainnya.
d.      Perspektif keuangan: Bagaimana kita melayani para pemegang saham? Perspektif keuangan secara khusus menggunakan pengukuran arus kas, pengembalian atas modal, penjualan, dan pertumbuhan penghasilan.

v     Inovasi dan Kewirausahaan
Inovasi (innovation) merupakan komersialisasi awal penemuan dengan menghasilkan dan menjual suatu produk, jasa, atau proses baru. Ada 2 jenis inovasi, yaitu :
a.       Inovasi inkremental (incremental innovation)
Inovasi inkremental diartikan sebagai perubahan atau penyesuaian sederhana dalam produk, jasa, atau proses yang ada. Dorongan utama dari inovasi inkremental dalam banyak perusahaan selama beberapa tahun terakhir berasal dari program-program yang ditujukan pada peningkatan terus-menerus, pengurangan biaya, dan pengelolaan kualitas.
Six sigma adalah pendekatan terus-menerus lainnya yang digunakan banyak perusahaan untuk memacu peningkatan inovasi dalam bisnis. Six sigma merupakan pendekatan yang tepat dan analitis terhadap kualitas dan peningkatan terus-menerus dengan tujuan meningkatan keuntungan melalui pengurangan barang cacat, menghasilkan peningkatan, meningkatkan kepuasan pelanggan, dan kinerja terbaik di kelasnya.
b.      Inovasi terobosan (breakthrough innovation)
Inovasi terobosan merupakan inovasi dalam hal produk, proses, teknologi, atau biaya terkait hal ini yang menunjukkan lompatan kuantum ke arah perbaikan pada satu atau lebih cara-cara tersebut.

Pendekatan terobosan terhadap inovasi pada dasarnya lebih berisiko daripada pendekatan inovasi inkremental, karena perusahaan-perusahaan yang berkomitmen terhadap inovasi terobosan pertama-tama harus memiliki kemampuan untuk menjelaskan bagaimana pentingnya suatu proyek terobosan terhadap masa depan perusahaan secara jelas kepada semua karyawan di setiap tingkatan.

Risiko-risiko Terkait Inovasi
  1. Risiko Pasar
Berasal dari ketidakpastian terkait keberadaan suatu pasar, ukurannya, dan tingkat pertumbuhannya bagi produk atau jasa yang dimaksud.
  1. Risiko Teknologi
Berasal dari ketidakpastian mengenai bagaimana teknologi akan berkembang serta kerumitan yang muncul melalui standar teknis dan desain atau pendekatan dominan.

Kewirausahaan (entrepreneurship)
Kewirausahaan adalah proses menggabungkan ide serta tindakan kreatif dan inovatif dengan keahlian manajemen dan organisasi yang diperlukan untuk mengerahkan sumber daya manusia, uang, dan operasi yang tepat untuk mencapai suatu kebutuhan yang dikenali dan menciptakan kekayaan dalam prosesnya.
Tiga elemen penting dalam kewirausahaan, yaitu :
  1. Peluang
  2. Tim kewirausahaan
Pengusaha sukses dan tim kewirausahaan membawa beberapa kompetensi dan karakteristik pada perusahaan baru mereka, yaitu kompetensi teknis dan keahlian manajemen bisnis. Beberapa perilaku dan karakteristik psikologis yang biasanya dikaitkan dengan para pengusaha sukses :
·  Komitmen tiada akhir dan kebulatan tekad.
·  Keinginan kuat terhadap pencapaian.
·  Orientasi terhadap peluang dan tujuan.
·  Lokus pengendalian internal.
·  Toleransi terhadap ketidakjelasan dan stres.
·  Keahlian dalam mengambil banyak risiko.
·  Tidak terlalu membutuhkan status dan kekuasaan.
·  Penyelesai masalah.
·  Kebutuhan yang besar akan umpan balik.
·  Kemampuan menghadapi kegagalan.
·  Energi yang tak terbatas, kesehatan yang baik, dan kestabilan emosional.
·  Kreativitas dan inovasi.
·  Intelegensi dan kemampuan konseptual yang tinggi.
·  Visi dan kapasitas untuk mengilhami.

  1. Sumber daya
·  Pendanaan dengan utang (debt financing), adalah uang yang disediakan untuk perusahaan yang harus dibayar kembali pada suatu waktu. Kewajiban membayar biasanya dijaminkan dengan properti atau peralatan yang dibeli malalui bisnis, atau dari harta pribadi pengusaha.
·  Pendanaan dengan ekuitas (equity financing),  adalah uang yang disediakan untuk perusahaan yang memungkinkan penyedia memiliki hak atau kepemilikan dalam perusahaan dan tidak diharapkan untuk dibayar kembali.

Kewirausahaan dalam Perusahaan (intrapreneurship)
Intrapreneurship adalah proses dan upaya untuk mengidentifikasi, mendorong, memungkinkan, dan membantu terwujudnya kewirausahaan dalam suatu perusahaan besar, dalam rangka untuk menciptakan produk, proses, atau jasa baru yang menjadi aliran penghasilan baru utama dan sumber-sumber penghematan biaya bagi perusahaan.