Minggu, 24 Juni 2012

MENGELOLA SISTEM GLOBAL


   
A.     Mengembangkan Arsitektur Sistem Informasi Internasional
Arsitektur Sistem Informasi Internasional (International Information System Architecture) terdiri atas sistem informasi dasar yang dibutuhkan oleh organisasi dalam mengoordinasikan perdagangan dunia dan berbagai aktivitas lainnya.
Dimensi-dimensi utama dari pengembangan arsitektur sistem informasi internasional adalah :
  1. Lingkungan Global : Penggerak bisnis dan tantangan
Penggerak bisnis (business driver) adalah kekuatan dalam lingkungan yang harus direspons perusahaan dan yang mempengaruhi arah gerak perusahaan. Penggerak bisnis global dapat dibagi ke dalam 2 kelompok, yaitu :
a.       Faktor budaya umum
-   Teknologi transportasi dan komunikasi global
-   Perkembangan dari budaya global
-   Munculnya norma sosial global
-   Stabilitas politik
-   Dasar ilmu pengetahuan global
b.      Faktor bisnis khusus
-   Pasar global
-   Produksi dan operasi global
-   Koordinasi global
-   Tenaga kerja global
-   Skala ekonomi global

Tantangan dan rintangan bagi sistem bisnis global : :
a.       Tantangan Umum
-   Partikularisme budaya: Regionalisme, nasionalisme, perbedaan budaya
-   Ekspektasi sosial: Ekspektasi merek, jam kerja.
-   Undang-undang politik: Peraturan mengenai data lintas batas dan privasi, peraturan komersial.
b.      Tantangan Khusus
-   Standar: Pertukaran data elektronik (EDI), e-mail, standar telekomunikasi yang berbeda.
-   Reliabilitas: Jaringan telepon tidak semuanya dapat diandalkan.
-   Kecepatan: Kecepatan transfer data, banyak yang lebih lambat dari Amerika Serikat.
-   Personel: Langkanya konsultan yang memiliki keahlian.

c.       Strategi Global Perusahaan
4 strategi global utama menjadi basis struktur organisasional perusahaan global, yaitu :
·  Strategi eksportir domestik (domestic exportir)
Strategi ini dicirikan dengan terpusatnya aktivitas perusahaan di negara asal perusahaan tersebut. Produksi, keuangan/akuntansi, penjualan/pemasaran, sumber daya manusia, dan manajemen strategis diatur untuk mengoptimalkan sumber daya di negara asal. Penjualan internasional terkadang dilangsungkan menggunakan perjanjian agensi atau anak perusahaan, tetapi pemasaran luar negeri ini lebih bergantung pada dasar dan strategi pemasaran di negara asal.

·  Strategi multinasional (multinational)
Strategi ini memusatkan manajemen keuangan dan pengendalian di luar negara asal sementara melakukan desentralisxasi dalam operasi produksi, penjualan, dan pemasaran kepada unit-unit di negara-negara lain. Produk dan layanan penjualan di berbagai negara disesuaikan dengan kondisi pasar setempat.

·  Pewaralaba (franchiser)
Pewaralaba merupakan penggabungan yang menarik dari hal yang baru dan yang lama. Di satu sisi, produk diciptakan, dirancang, dibiayai, dan diproduksi pertama kalinya di negara asal, tetapi untuk alasan-alasan khusus terhadap produk tertentu harus disesuaikan dengan personel luar negeri untuk memperluas proses produksi, pemasaran dan sumber daya manusianya.

·  Strategi Lintas Negara (transnational)
Dalam strategi ini, hamper semua aktivitas yang dapat memberikan nilai tambah diatur dari perspektif global tanpa memandang batas-batas nasional, mengoptimalkan sumber dari pasokan dan permintaan di manapun keduanya muncul, dan memanfaatkan kesempatan dari keunggulan kompetitif local.

d.      Struktur Organisasi
e.       Proses Bisnis dan Manajemen
f.        Platform Teknologi

Menata Ulang Perusahaan
Untuk mengembangkan sebuah perusahaan global dan struktur pendukung sistem informasi, perusahaan perlu mengikuti prinsip-prisnsip berikut :
1.      Menata ulang aktivitas yang dapat memberikan nilai tambah sesuai dengan keunggulan komparatifnya.
2.      Mengembangkan dan mengoperasikan unit-unit sistem pada setiap tingkat aktivitas perusahaanregional, nasional, dan internasional.
3.      Mendirikan kantor tunggal di kantor pusat dunia yang bertanggung jawab atas pengembangan sistem internasional, posisi direktur informasi (chief information officerCIO).

Tantangan Bagi Manajemen Dalam Mengembangkan Sistem Global
1.      Menyepakati kebutuhan pengguna bersama
2.      Membawa perubahak ke dalam proses bisnis
3.      Mengkoordinasikan pengembangan aplikasi
4.      Mengkoordinasikan peluncuran peranti lunak
5.      Mendorong pengguna local untuk mendukung sistem global.

Mengelola Pengembangan Peranti Lunak Global
Berikut merupakan komponen biaya utama dari pengembangan peranti lunak di luar negeri :
  1. Biaya kontrak. Sebagian besar biaya ini untuk tenaga kerja yang dibutuhkan dalam proyekprogramer, insinyur peranti lunak, analis sistem, spesialis jaringan, manajer tim proyek.
  2. Biaya Pemilihan vendor.
  3. Biaya manajemen transisi dan transfer pengetahuan.
  4. Biaya tenaga kerja domestik.
  5. Biaya untuk memperbaiki proses pengembangan peranti lunak.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar